“Lighting adalah NYAWA sebuah shop”

Paul Gunawan dapat dikatakan pelopor dalam dunia desain pen€cahayaan dari indonesia. Pada saat dia memulai karier profesionalnya, lighting designer belum menjadi bidang dikenal oleh banyak orang. LITAC,perusahaan yang kini dipimpinnya merupakan perusahaan desain pencahayaan

Walau sudah tak terhitung banyaknya proyek pencahayaan baik residensial, perkantoran, dan shop yang ditangani, begitu ditanya mengapa ia sangat tertarik Pada lighting design, Paul mengatakan, “Lighting itu salah satu hal yang tidak bisa dibakukan. Sama sekali tidak bisa ditentukan di atas kertas. Lighting juga suatu hal Yang jika ingin mencapai hasil terbaik,tidak bisa sekali kerja. Selalu ada penambahan, pengurangan, penyesuaian, ada fine tune untuk seciap karyanya.”

“By the end ofthe day,ada banyak faktor yang mempengaruhl sehingga hasilnya selalu sesuatu yang surprise dan sangat personal, tergantung pada sentuhan desainernya. Proses, cita-cita, dan kenyataan bahwa saya tidak mau mengulang desain yang sama, itu yang membuat profesi ini rnenarik terus dan menyenangkan, dan saya menikmatinya.” jelasnya.

A SHOP WITHOUT LIGHTING IS LIKE A MAN WITHOUT SOUL

Jika dahulu lighting design menjadi bagian dari pekerjaan mendesain interior atau mendesain elektrikal, spesialisasi desain pencahayaan saat ini rnakin spesifik. Salah satu spesialisasi yang ditangani LITAC adalah shop lighting “Buat shop, lighting adalah nyawa, Dari mulai entrance, area Promosi, area display dan backwall, lighting meniadi hal yang menghidupkannya. Dengan lighting sebuah toko ditentukan bisa membuat pengunjung memasuki suatu toko atau toko sebelahnya. Dan meskipun barang yang diiual sama, lighting juga yang menentukan dia beli ke tempat anda atau ke tempat lain;’ “Shop lighting Pun harus diatur sedemikian rupa agar terladi harmoni antara produk, branding, image dari perusahaan prudusen dengan segrnen konsumennya. Jadi yang berbelanla bisa rnengalami suatu emotional pleasure pada proses rnencari barang atau melihat banang,” jelasnya.

Tren Shop lighting di lndonesia juga rnulai mengerucut, menjadi dua tipe, yakni butik dan departement store.

“Butik biasanya tematik, ada stoge lighting effect. banyak permainan lampu di sana.Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana agar produk bisa tampil secara maksimal supaya bisa memberikan stimulasi kepada orang yang melihat jadi tertarik dan mempertimbangkan untuk membeli, Paul menjelaskan bahwa identifikasi dan apresiasi terhadap bendanya harus sesuai, level Penerangan dengan kontras yang tepat, warna Yang oke, berkilau rapi tidak menyilaukan’ “Jangan sampai Pesannya, barang mahal jadi keliatan murah atau malah sebaliknya,” katanya singkat.

Sementara di department store, pencahayaan berperan fungsional daiam penyarnpaian informasi yang benar tentang suatu produk kepada konsumen, supaya bisa dengan mudah rnenemukan benda yang dicari dengan cepat.”